Teh Hijau

5 Suplemen dan Makanan yang Sebaiknya Tidak Dikonsumsi Bersamaan dengan Teh Hijau

5 Suplemen dan Makanan yang Sebaiknya Tidak Dikonsumsi Bersamaan dengan Teh Hijau
5 Suplemen dan Makanan yang Sebaiknya Tidak Dikonsumsi Bersamaan dengan Teh Hijau

JAKARTA - Teh hijau telah lama dikenal sebagai salah satu minuman yang menyehatkan dan banyak dikonsumsi oleh masyarakat di berbagai negara. 

Minuman ini sering dipilih karena dipercaya memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, mulai dari membantu menjaga berat badan hingga meningkatkan metabolisme.

Banyak orang menjadikan teh hijau sebagai minuman harian karena kandungan antioksidannya yang tinggi. Antioksidan dalam teh hijau, terutama katekin, berperan dalam membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Selain itu, teh hijau juga kerap dikaitkan dengan manfaat bagi kesehatan jantung serta membantu menjaga kebugaran tubuh.

Meski dikenal sehat, ternyata tidak semua orang menyadari bahwa cara dan waktu mengonsumsi teh hijau juga perlu diperhatikan. Dalam kondisi tertentu, minuman ini bisa berinteraksi dengan beberapa makanan atau suplemen yang dikonsumsi bersamaan.

Hal tersebut terjadi karena teh hijau mengandung sejumlah senyawa aktif seperti tanin, kafein, dan katekin. Senyawa-senyawa ini dapat berinteraksi dengan nutrisi tertentu di dalam tubuh sehingga memengaruhi proses penyerapan zat gizi.

Jika dikonsumsi bersamaan dengan makanan atau suplemen tertentu, manfaat nutrisi yang seharusnya diserap tubuh justru bisa berkurang. Bahkan dalam beberapa kondisi, kombinasi tersebut dapat menimbulkan efek samping yang kurang nyaman.

Karena itu, penting untuk mengetahui jenis makanan atau suplemen yang sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan dengan teh hijau. Dengan begitu, manfaat teh hijau tetap dapat diperoleh secara optimal tanpa mengganggu penyerapan nutrisi lain yang dibutuhkan tubuh.

Melansir dari laman Verywell Health, berikut beberapa suplemen dan makanan yang tidak dianjurkan dikonsumsi bersamaan dengan teh hijau.

Suplemen Zat Besi

Teh hijau mengandung senyawa alami seperti polifenol, katekin, dan tanin yang dapat memengaruhi penyerapan zat besi di dalam tubuh. Senyawa tersebut dapat mengikat zat besi sehingga mineral ini menjadi lebih sulit diserap oleh sistem pencernaan.

Ketika penyerapan zat besi terganggu, kadar mineral tersebut dalam tubuh bisa menurun. Jika kondisi ini terjadi dalam jangka panjang, risiko kekurangan zat besi pun dapat meningkat.

Penelitian menunjukkan bahwa minum teh hijau bersamaan dengan suplemen zat besi dapat mengurangi penyerapannya hingga sekitar 90%. Oleh karena itu, sebaiknya tidak mengonsumsi teh hijau pada waktu yang sama dengan suplemen zat besi.

Untuk menghindari interaksi tersebut, disarankan memberi jeda sekitar satu hingga dua jam setelah mengonsumsi suplemen sebelum minum teh hijau. Bagi orang yang memiliki kondisi kekurangan zat besi, konsultasi dengan tenaga kesehatan juga sangat dianjurkan sebelum rutin mengonsumsi teh hijau.

Suplemen Asam Folat

Selain memengaruhi zat besi, kandungan polifenol dalam teh hijau juga dapat mengganggu penyerapan asam folat. Katekin yang terdapat dalam teh hijau dapat mengikat asam folat sehingga tubuh lebih sulit mengubahnya menjadi bentuk folat yang dapat diserap.

Asam folat atau vitamin B9 merupakan nutrisi penting yang berperan dalam pertumbuhan sel serta perkembangan sistem saraf. Vitamin ini juga memiliki peran penting dalam pembentukan sel darah merah.

Kebutuhan asam folat menjadi sangat penting terutama bagi ibu hamil. Nutrisi ini membantu perkembangan janin dan berperan dalam menurunkan risiko cacat tabung saraf seperti spina bifida.

Karena itu, ibu hamil yang mengonsumsi suplemen asam folat sebaiknya berhati-hati jika ingin minum teh hijau secara rutin. Konsultasi dengan tenaga kesehatan dapat membantu memastikan konsumsi teh hijau tidak mengganggu kebutuhan nutrisi selama kehamilan.

Suplemen Kafein

Teh hijau secara alami mengandung kafein yang dapat memberikan efek stimulasi pada otak dan sistem saraf. Kandungan kafein ini memang tidak setinggi kopi, namun tetap dapat memengaruhi tubuh jika dikonsumsi dalam jumlah besar.

Apabila teh hijau diminum bersamaan dengan suplemen kafein atau minuman berkafein lain seperti kopi, jumlah kafein yang masuk ke dalam tubuh bisa menjadi terlalu tinggi.

Konsumsi kafein yang berlebihan dapat menimbulkan berbagai efek samping. Beberapa di antaranya seperti detak jantung meningkat, tekanan darah naik, sulit tidur, mual, sakit kepala, hingga muncul rasa cemas.

Para ahli biasanya menyarankan agar asupan kafein harian tidak melebihi 400 miligram. Sebagai gambaran, satu cangkir teh hijau umumnya mengandung sekitar 30 hingga 50 miligram kafein.

Makanan Kaya Zat Besi

Bukan hanya suplemen, makanan yang kaya zat besi juga sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan dengan teh hijau. Hal ini karena senyawa tanin dalam teh hijau dapat menghambat penyerapan zat besi dari makanan.

Beberapa contoh makanan yang memiliki kandungan zat besi tinggi antara lain sereal yang diperkaya zat besi, tiram, kerang, daging sapi, bayam, kacang-kacangan, serta lentil.

Jika teh hijau diminum saat atau segera setelah makan makanan tersebut, penyerapan zat besi oleh tubuh dapat berkurang.

Agar nutrisi tetap terserap dengan baik, disarankan untuk mengonsumsi teh hijau sekitar satu hingga dua jam setelah makan. Selain itu, mengonsumsi makanan yang kaya vitamin C seperti brokoli, paprika merah, jeruk, atau stroberi dapat membantu meningkatkan penyerapan zat besi.

Makanan Pedas atau Asam

Teh hijau juga mengandung senyawa yang disebut metilxantin. Senyawa ini dapat bertindak sebagai stimulan dan memengaruhi kerja otot pada saluran pencernaan.

Metilxantin dapat membuat otot sfingter esofagus bagian bawah menjadi lebih rileks. Otot tersebut sebenarnya berfungsi untuk mencegah asam lambung naik kembali ke kerongkongan.

Jika otot ini melemah, asam lambung lebih mudah naik sehingga dapat menimbulkan sensasi panas di dada atau mulas.

Karena itu, mengonsumsi teh hijau bersamaan dengan makanan pedas atau makanan yang bersifat asam berpotensi meningkatkan risiko gangguan pencernaan pada sebagian orang.

Memperhatikan waktu konsumsi teh hijau menjadi salah satu cara sederhana untuk menjaga keseimbangan nutrisi dalam tubuh. Dengan memahami kombinasi makanan dan suplemen yang sebaiknya dihindari, manfaat teh hiju dapat diperoleh secara maksimal tanpa menimbulkan efek yang tidak diinginkan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index