JAKARTA - Menjelang perayaan Idul Fitri, banyak pekerja menantikan Tunjangan Hari Raya atau THR sebagai tambahan pemasukan yang dapat membantu memenuhi berbagai kebutuhan saat Lebaran.
Dana tambahan ini biasanya dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, mulai dari belanja kebutuhan hari raya, memberi hadiah kepada keluarga, hingga biaya perjalanan mudik.
Tunjangan Hari Raya (THR) menjadi salah satu ciri khas dari perayaan Idul Fitri. Berdasarkan Pasal 1 ayat (1) Permenaker 6/2016 dan Pasal 9 ayat (1) PP 36/2021, membayar THR merupakan kewajiban setiap orang yang mempekerjakan orang lain dengan imbalan upah, baik itu berbentuk perusahaan, perorangan, yayasan, atau perkumpulan.
Pemberian THR memiliki tujuan penting, yakni membantu pekerja memenuhi kebutuhan saat merayakan hari raya bersama keluarga. Namun, tambahan pemasukan ini juga perlu dikelola dengan baik agar tidak habis tanpa perencanaan.
Pemberian THR bertujuan untuk memenuhi segala kebutuhan saat merayakan Hari Raya Idulfitri. Pengelolaan dan pemanfaatan uang THR yang buruk bisa membuat kita justru mengalami kerugian, bahkan kesulitan keuangan selepas Hari Raya. Maka dari itu, penting bagi kita untuk tahu keperluan yang dibutuhkan saat menerima uang THR.
4 tips yang berguna bagi kamu untuk memastikan THR yang kamu dapatkan bisa dipergunakan dengan cara yang semestinya agar keuangan tetap sehat. Yuk, simak informasinya di bawah ini.
Membuat Bujet Pengeluaran yang Jelas
Langkah pertama yang penting dilakukan setelah menerima THR adalah membuat perencanaan pengeluaran secara jelas. Tanpa perencanaan, uang tambahan tersebut bisa cepat habis untuk hal-hal yang sebenarnya tidak terlalu penting.
Hal paling utama untuk bisa menjaga kesehatan keuangan kita adalah dengan membuat skala prioritas kebutuhan kamu. Kunci dalam mengatur alokasi pengeluaran yaitu kamu harus tahu mana pengeluaran yang memang kamu butuhkan dan pengeluaran yang bisa ditunda sementara waktu.
Dalam periode menjelang Lebaran, seseorang biasanya menerima dua sumber pemasukan sekaligus, yaitu gaji bulanan dan THR. Situasi ini dapat memberikan ruang finansial yang lebih besar, tetapi juga berpotensi memicu pengeluaran yang berlebihan jika tidak dikendalikan.
Perlu diingat, kamu gak cuma terima THR aja di bulan ini, tetapi juga gaji bulanan. Itu berarti pemasukan yang akan kamu terima menjadi dobel. Agar pemasukan tersebut bisa digunakan dengan bijak, kamu bisa mengatur pengeluaran menggunakan rumus 50/30/20.
Artinya sekitar 50 persen digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, 30 persen untuk bayar utang (apabila ada) atau kebutuhan pribadi, dan 20 persen sisanya dapat kamu tabung atau investasikan.
Apabila alokasi sudah terpenuhi, kamu bisa mengalokasikan uang THR untuk kebutuhan belanja hari raya sebesar 50 persen. Sisanya dapat disimpan dan digunakan jika sewaktu-waktu kamu membutuhkannya.
Prioritaskan Membayar Utang
Selain membuat rencana pengeluaran, hal penting lainnya yang perlu dilakukan adalah menyelesaikan kewajiban utang. Langkah ini akan membantu seseorang menjalani hari raya dengan lebih tenang tanpa dibayangi kewajiban finansial yang belum terselesaikan.
Sebelum belanja untuk kebutuhan Lebaran, kamu sebaiknya membereskan dulu utang-utang yang ada biar kamu bisa tenang saat hari raya tiba. Pasalnya, jika kamu mendahulukan berbelanja kebutuhan hari raya ada kemungkinan kamu lupa membayar cicilanmu.
Jika kewajiban utang tidak segera diselesaikan, risiko yang muncul bisa berupa bunga tambahan atau denda keterlambatan pembayaran.
Duh bakal repot banget kan kalau sampai hal itu terjadi. Cicilan kartu kredit yang seharusnya bisa dibayarkan tanpa bunga justru malah kena bunga karena bayarnya lewat dari tanggal jatuh tempo. Belum lagi jika harus ditambah dengan denda keterlambatan.
Kalau seperti itu bakal lebih banyak menguras isi kantong deh. Jadi, sebaiknya cicilan yang ada langsung dibayarkan dulu tanpa perlu menunggu waktu jatuh tempo. Dengan begitu, kamu gak terbebani di bulan selanjutnya.
Sisihkan Sebagian THR untuk Investasi
Setelah kebutuhan utama terpenuhi dan utang sudah dibereskan, langkah berikutnya adalah memanfaatkan sebagian THR untuk investasi. Langkah ini dapat membantu seseorang mempersiapkan kondisi keuangan yang lebih baik di masa depan.
Setelah persoalan utang sudah beres, berinvestasi juga bisa menjadi salah satu pilihan kamu ketika mendapatkan THR.
Namun perlu diingat bahwa memilih investasi yang tepat merupakan langkah penting untuk mengantisipasi berbagai risiko yang kemungkinan terjadi dikemudian hari sehingga dapat ditanggulangi.
Ada beragam pilihan investasi yang bisa kamu pilih selama bulan Ramadan ini. Apabila ingin berinvestasi dengan aman, kamu bisa memilih deposito dengan bunga rata-rata 6 persen pertahunnya.
Tapi apabila kamu mengincar profit yang lebih besar dengan risiko yang lebih besar juga, kamu bisa mempertimbangkan untuk berinvestasi di saham.
Dengan menyisihkan sebagian THR untuk investasi, uang yang diterima tidak hanya habis untuk kebutuhan konsumtif, tetapi juga dapat berkembang menjadi aset yang bermanfaat di masa depan.
Persiapkan Asuransi Perjalanan Saat Mudik
Selain kebutuhan konsumsi dan investasi, hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah perlindungan finansial saat melakukan perjalanan mudik. Tradisi pulang kampung saat Lebaran sering kali melibatkan perjalanan jarak jauh yang memiliki berbagai risiko.
Hari raya Idul Fitri tahun ini pemerintah membolehkan masyarakat untuk mudik ke kampung halaman. Jika kamu juga pergi mudik tahun ini, maka penting bagi kamu untuk menyiapkan asuransi perjalanan.
Hal itu berguna untuk melindungi keuangan kamu jika terjadi hal buruk saat kamu sedang mudik. Sebab, risiko tersebut menjadi ketentuan dan tanggungan yang harus dipenuhi perusahaan asuransi dalam melindungi pesertanya.
Lagi pula, premi asuransi perjalanan itu tidak terlalu besar lho. Cuma dengan uang Rp100 ribu rupiah kamu udah dapat perlindungan terhadap barang-barang pribadi, perawatan medis, hingga pemberian santunan.
Dengan pengelolaan yang tepat, uang THR tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan Lebaran, tetapi juga dapat menjaga kondisi keuangan tetap stabil setelah hari raya berakhir.