Danantara

Danantara Kerahkan BUMN Karya Bangun 140.000 Rusun Subsidi di Meikarta

Danantara Kerahkan BUMN Karya Bangun 140.000 Rusun Subsidi di Meikarta
Danantara Kerahkan BUMN Karya Bangun 140.000 Rusun Subsidi di Meikarta

JAKARTA - Pemerintah terus mendorong percepatan pembangunan hunian terjangkau bagi masyarakat melalui berbagai program strategis nasional. 

Salah satu langkah terbaru diwujudkan melalui proyek pembangunan rumah susun subsidi berskala besar di kawasan Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Proyek ini menjadi bagian dari program pembangunan 3 juta rumah yang tengah dijalankan pemerintah. Untuk merealisasikan proyek tersebut, Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman dalam mengembangkan ribuan unit hunian vertikal bagi masyarakat.

Pembangunan rusun subsidi tersebut direncanakan berdiri di atas lahan seluas 30 hektar yang berasal dari hibah Lippo Group. Di kawasan ini akan dibangun total 140.000 unit apartemen yang ditujukan untuk mendukung kebutuhan hunian masyarakat sekaligus mempercepat penyediaan perumahan nasional.

Dalam pelaksanaannya, Danantara akan mengambil peran penting terutama dari sisi pembiayaan proyek. Sementara itu, proses konstruksi akan melibatkan sejumlah perusahaan BUMN Karya yang akan bekerja sama dengan kontraktor swasta dalam menyelesaikan pembangunan secara bertahap.

Groundbreaking proyek rumah susun subsidi ini dimulai pada Minggu, 8 Maret 2026 yang juga menjadi momen penyerahan simbolis lahan hibah dari Lippo Group kepada pemerintah untuk mendukung pelaksanaan proyek tersebut.

Pembangunan Rusun Subsidi Dilakukan Bertahap

CEO Badan Pengelola Investasi Danantara Rosan Perkasa Roeslani menjelaskan bahwa pembangunan 140.000 unit apartemen di kawasan Meikarta tidak dilakukan sekaligus, melainkan secara bertahap.

Menurutnya, proyek ini menjadi salah satu pembangunan hunian terbesar yang pernah dilakukan di satu lokasi dengan melibatkan banyak pihak secara bersama-sama.

"Menurut saya ini adalah suatu sejarah yang sangat luar biasa yang mungkin baru pertama kali dijalankan dalam satu proyek, satu lokasi, dengan kebersamaan semua pihak membangun 140.000 unit," kata Rosan.

Dengan jumlah unit yang sangat besar, proyek ini diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap penyediaan hunian bagi masyarakat. Selain itu, pembangunan secara bertahap juga memungkinkan proses konstruksi berjalan lebih terencana dan terkoordinasi.

Keberadaan rusun subsidi tersebut juga diharapkan dapat membantu mengatasi kebutuhan hunian di kawasan penyangga ibu kota yang terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi dan urbanisasi.

Danantara Dukung Pendanaan dan Libatkan BUMN Karya

Dalam proyek pembangunan rusun subsidi ini, Danantara berperan sebagai pendukung utama dari sisi pembiayaan. Lembaga tersebut akan mengoordinasikan berbagai sumber pendanaan sekaligus mendorong kolaborasi antarperusahaan yang terlibat dalam proyek pembangunan.

Rosan menjelaskan bahwa Danantara akan mengerahkan sejumlah BUMN Karya untuk ikut mengerjakan proyek konstruksi tersebut. Selain perusahaan milik negara, proyek ini juga akan melibatkan kontraktor swasta agar proses pembangunan dapat berjalan lebih cepat dan efisien.

"Dari pembiayaan kita akan dukung secara full. Di kami kan ada BUMN-BUMN Karya yang kita bekerja sama juga di dalam proyek ini. Tentunya bersama kontraktor swasta lainnya, kita akan berkolaborasi. Jadi itu peran Danantara di proyek Meikarta ini," tandasnya.

Kolaborasi antara BUMN dan pihak swasta diharapkan mampu mempercepat penyelesaian proyek sekaligus meningkatkan efisiensi dalam proses pembangunan. Model kerja sama seperti ini juga menjadi salah satu strategi pemerintah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur dan perumahan.

Dengan dukungan pendanaan serta keterlibatan berbagai pihak, proyek rusun subsidi ini diharapkan dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Proyek Hunian Dinilai Punya Efek Ekonomi Besar

Selain berfungsi menyediakan hunian, pembangunan proyek rusun subsidi dalam skala besar juga dinilai memiliki dampak ekonomi yang cukup luas. Hal ini disampaikan oleh Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo.

Menurutnya, sektor properti memiliki efek berganda yang sangat besar terhadap perekonomian nasional. Aktivitas pembangunan perumahan dapat mendorong berbagai sektor industri lainnya sekaligus membuka lapangan pekerjaan.

Hashim menilai bahwa pembangunan hunian merupakan salah satu sektor strategis yang dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional, terutama ketika pemerintah menargetkan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) sebesar 8 persen.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga Riyadi dari Lippo Group yang telah memberikan lahan hibah untuk mendukung pembangunan proyek rusun subsidi tersebut.

"Ternyata industri perumahan, dan saya kira ini sudah pasti sudah dihafal Pak Mochtar, Pak James [Riady] dan Pak John [Riady] kalau perumahan itu dampak multiplier terhadap ekonomi kita bisa luar biasa, bisa berdampak 1,5 sampai 5 kali, ada yang bilang 2,5 kali. Berarti setiap rupiah kita keluarkan untuk perumahan, untuk properti, ini dampaknya luar biasa," ujar Hashim.

Program 3 Juta Rumah Terus Didorong Pemerintah

Pembangunan rusun subsidi di kawasan Meikarta merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mempercepat realisasi program pembangunan 3 juta rumah. Program ini bertujuan untuk meningkatkan ketersediaan hunian layak bagi masyarakat sekaligus mengurangi backlog perumahan di Indonesia.

Dengan memanfaatkan lahan hibah yang tersedia, pemerintah dapat mempercepat pembangunan tanpa harus menanggung beban pembelian lahan yang biasanya menjadi salah satu komponen biaya terbesar dalam proyek perumahan.

Selain itu, proyek ini juga menjadi contoh kolaborasi antara pemerintah, badan investasi, perusahaan BUMN, serta sektor swasta dalam mendukung pembangunan nasional.

Melalui pembangunan 140.000 unit apartemen subsidi di Meikarta, pemerintah berharap dapat memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak sekaligus memperkuat kontribusi sektor properti terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Jika proyek ini berjalan sesuai rencana, kawasan tersebut berpotensi menjadi salah satu pusat hunian vertikal terbesar di Indonesia yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah maupun menengah.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index