Trafik Tol

Trafik Tol Trans Sumatra Diprediksi Naik 47,67 Persen Selama Libur Lebaran 2026

Trafik Tol Trans Sumatra Diprediksi Naik 47,67 Persen Selama Libur Lebaran 2026
Trafik Tol Trans Sumatra Diprediksi Naik 47,67 Persen Selama Libur Lebaran 2026

JAKARTA - Lonjakan pergerakan kendaraan diperkirakan akan terjadi di Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) selama periode mudik dan arus balik Idul Fitri 2026. 

Peningkatan mobilitas masyarakat pada masa libur Lebaran membuat arus lalu lintas di jaringan tol utama di Pulau Sumatra diprediksi meningkat tajam dibandingkan hari-hari biasa.

PT Hutama Karya (Persero) sebagai pengelola sejumlah ruas tol di kawasan tersebut memperkirakan bahwa volume kendaraan akan mengalami kenaikan signifikan selama masa libur panjang tersebut. Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, perusahaan telah menyiapkan berbagai langkah operasional, mulai dari kesiapan infrastruktur jalan tol, sistem pemantauan lalu lintas, hingga peningkatan layanan bagi pengguna jalan.

Langkah ini dilakukan agar perjalanan masyarakat selama periode mudik dan balik Lebaran dapat berlangsung lebih lancar, aman, dan nyaman di seluruh koridor tol yang dikelola perusahaan.

Lonjakan Trafik Tol Diproyeksikan Hampir 50 Persen

PT Hutama Karya memproyeksikan kenaikan trafik kendaraan di Jalan Tol Trans Sumatra selama periode libur Lebaran 2026 mencapai 47,67% dibandingkan kondisi lalu lintas normal.

Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiagakan total 822,609 kilometer (Km) jalan tol untuk menghadapi potensi lonjakan kendaraan. Infrastruktur tersebut mencakup ruas tol yang telah beroperasi penuh serta jalur fungsional yang akan digunakan untuk mendukung kelancaran arus kendaraan.

Sejalan dengan hal itu, Hermawan juga menuturkan bahwa PT Hutama Karya memberlakukan kebijakan potongan tarif sebesar 30% untuk memecah potensi penumpukan kendaraan di ruas jalan tol.

“Potongan tarif yang diberikan BUJT diharapkan dapat melancarkan dan meratakan distribusi beban lalu lintas saat arus mudik dan balik serta meringankan perekonomian masyarakat,” jelasnya dalam keterangan resmi.

Kebijakan potongan tarif tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi kepadatan pada waktu-waktu tertentu serta mendorong distribusi perjalanan kendaraan secara lebih merata.

Ruas Tol dan Jalur Fungsional yang Disiapkan

Dalam menghadapi peningkatan arus kendaraan selama Lebaran, Hutama Karya menyiapkan jaringan tol yang terdiri dari berbagai ruas operasional maupun jalur tambahan.

Jaringan tersebut meliputi 12 ruas tol operasional bertarif dengan total panjang 692,854 kilometer. Selain itu, terdapat satu ruas tol tanpa tarif yaitu Betung–Tempino–Jambi Seksi 3 sepanjang 52,2 kilometer.

Untuk mendukung kelancaran lalu lintas, perusahaan juga menyiapkan jalur fungsional sepanjang 77,555 kilometer. Jalur ini mencakup ruas Palembang–Betung serta Sigli–Banda Aceh Seksi 1 yang dapat digunakan selama periode arus mudik dan arus balik.

Dengan adanya tambahan jalur tersebut, diharapkan distribusi kendaraan dapat lebih merata sehingga kepadatan lalu lintas di sejumlah titik dapat diminimalkan.

Adapun puncak arus mudik di koridor Sumatra diperkirakan terjadi pada 13 hingga 15 Maret 2026. Sementara itu, puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 24 dan 28 Maret 2026.

Penguatan Sistem Pemantauan dan Layanan Tol

Untuk mengelola peningkatan trafik selama periode Lebaran, Hutama Karya mengerahkan berbagai sumber daya operasional. Perusahaan menyiapkan 467 unit armada siaga serta 3.273 petugas lapangan yang akan ditempatkan di berbagai ruas tol.

Pemantauan kondisi lalu lintas juga dilakukan secara real-time melalui dukungan teknologi pemantauan yang tersebar di sepanjang koridor tol. Sistem ini mencakup 1.547 unit kamera pengawas atau CCTV serta 107 unit Variable Message Sign (VMS) yang berfungsi memberikan informasi kepada pengguna jalan.

Selain itu, sistem transaksi di gerbang tol juga diperkuat guna menghindari antrean panjang kendaraan. Upaya ini dilakukan melalui pengoperasian 61 gerbang tol, penyediaan 37 lokasi top up saldo uang elektronik, serta penggunaan 134 unit mobile reader.

Hutama Karya juga menyediakan 33.623 kartu uang elektronik tambahan untuk membantu meminimalisir antrean kendaraan di gerbang tol utama selama masa mudik dan arus balik.

Peningkatan Fasilitas Keamanan dan Kenyamanan Pengguna Jalan

Selain penguatan sistem lalu lintas dan transaksi, perusahaan juga meningkatkan berbagai fasilitas keselamatan di sepanjang jalan tol.

Sejumlah perangkat keselamatan disiapkan untuk mendukung keamanan pengguna jalan, antara lain 3.892 rubber cone, 2.141 water barrier, serta 45 rambu darurat tambahan yang ditempatkan di titik-titik rawan.

Penempatan perlengkapan tersebut bertujuan untuk membantu pengaturan lalu lintas sekaligus meningkatkan keselamatan selama periode lonjakan kendaraan.

Untuk menunjang kenyamanan perjalanan, Hutama Karya juga menyediakan 31 Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) yang memiliki kapasitas parkir hingga 5.966 kendaraan. Di lokasi tersebut juga tersedia fasilitas 2.967 toilet bagi pengguna jalan.

Selain fasilitas istirahat, layanan energi dan kesehatan juga turut disiagakan. Terdapat 23 SPBU reguler maupun modular yang dapat digunakan pengendara untuk mengisi bahan bakar.

Sementara itu, kendaraan listrik juga dapat memanfaatkan 19 titik Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersedia di sepanjang jalur tol. Untuk layanan kesehatan darurat, perusahaan menyiapkan dukungan dari 25 unit klinik kesehatan.

“Melalui penguatan layanan lalu lintas, transaksi, dan optimalisasi TIP di koridor JTTS, Hutama Karya berkomitmen mendukung perjalanan mudik dan balik Idul Fitri 2026 agar lebih lancar, aman, dan nyaman,” tegasnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index