Program 3 Juta Rumah

Lippo Hibahkan 30 Hektare Lahan di Meikarta Senilai Rp4,5 Triliun untuk Program 3 Juta Rumah

Lippo Hibahkan 30 Hektare Lahan di  Meikarta Senilai Rp4,5 Triliun untuk Program 3 Juta Rumah
Lippo Hibahkan 30 Hektare Lahan di Meikarta Senilai Rp4,5 Triliun untuk Program 3 Juta Rumah

JAKARTA - Program pembangunan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah kembali mendapat dukungan dari sektor swasta. 

Salah satu kontribusi datang dari Lippo Group yang menyiapkan lahan di kawasan Meikarta untuk mendukung program pembangunan rumah bersubsidi yang dicanangkan pemerintah.

Pemerintah saat ini terus mendorong percepatan penyediaan hunian melalui program 3 Juta Rumah yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Dalam upaya tersebut, kolaborasi antara pemerintah dan pengembang menjadi salah satu strategi utama guna mempercepat realisasi pembangunan perumahan, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah penyediaan lahan oleh pihak swasta untuk mendukung pembangunan hunian vertikal bersubsidi. Kawasan Meikarta di Cikarang Selatan menjadi salah satu lokasi yang dipersiapkan untuk pengembangan proyek tersebut.

Lippo Hibahkan 30 Hektare Lahan untuk Program 3 Juta Rumah

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait memastikan bahwa Lippo Group akan menghibahkan lahan seluas 30 hektare guna mendukung pelaksanaan program 3 Juta Rumah yang menjadi salah satu prioritas pemerintah.

Ara menuturkan, lahan tersebut berlokasi di area kompleks Meikarta yang berlokasi di Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi. Nantinya, pemerintah bersama Lippo Group akan membangun hunian vertikal subsidi yang diperuntukkan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

"Kalau 30 hektare [Ha] ini luar biasa dari gambaran timnya Danantara dan Pak James [Lippo Group] ini akan jadi kurang lebih bisa 140.000 unit dengan 30 hektare," jelasnya dalam agenda Groundbreaking Proyek Rusun Subsidi Meikarta, Minggu (8/3/2026).

Pengembangan hunian vertikal di kawasan tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan ketersediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah, sekaligus mendukung target pembangunan rumah nasional.

Nilai Lahan Diperkirakan Capai Triliunan Rupiah

Kontribusi Lippo Group dalam penyediaan lahan tersebut dinilai memiliki nilai ekonomi yang sangat besar. Ara menjelaskan bahwa harga tanah di kawasan Meikarta diperkirakan berkisar antara Rp15 juta hingga Rp20 juta per meter persegi.

Dengan menggunakan asumsi harga tersebut, nilai lahan seluas 30 hektare yang dihibahkan untuk proyek rusun subsidi diperkirakan mencapai triliunan rupiah.

"Di sini tanahnya antara Rp15 juta hingga Rp20 juta. Hitunglah angkanya Rp15 juta [per meter] kalau 30 hektare (Ha) artinya Rp4,5 triliun kalau dia Rp20 juta artinya adalah Rp6 triliun," pungkasnya.

Nilai tersebut menunjukkan besarnya kontribusi sektor swasta dalam mendukung program pembangunan hunian nasional, khususnya dalam penyediaan lahan yang menjadi salah satu komponen penting dalam pembangunan perumahan.

Rencana Pembangunan Rusun Subsidi di Kawasan Meikarta

Sebelumnya, PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) telah mengungkap rencana pembangunan rumah susun subsidi di kawasan Meikarta yang akan direalisasikan di atas lahan seluas 30 hektare tersebut.

Pengembangan hunian vertikal ini akan dilakukan secara bertahap dengan membagi kawasan pembangunan ke dalam beberapa area berbeda.

Head of Project Management LPKR, Fritz Atmodjo menjelaskan bahwa pembangunan rusun subsidi akan dilakukan di tiga area yang masing-masing memiliki luas lahan sekitar 10 hektare.

"Satu tower akan terdiri 2.600 unit, di dalam lahan 10 hektare ini," kata Fritz dalam agenda Land Clearing Rumah Susun Subsidi Untuk Rakyat, di Meikarta, Jawa Barat.

Model pembangunan ini dirancang untuk memaksimalkan pemanfaatan lahan sekaligus menghadirkan hunian vertikal yang mampu menampung jumlah penghuni yang besar dalam satu kawasan.

Target Pembangunan 141.000 Unit Hunian Vertikal

Dalam rencana pengembangan tersebut, PT Lippo Karawaci Tbk. akan membangun sejumlah menara hunian di setiap kawasan pembangunan.

Berdasarkan rencana yang telah disusun, perusahaan akan membangun 18 tower di masing-masing kawasan pembangunan. Dengan tiga kawasan yang disiapkan, total menara rusun subsidi yang akan dibangun mencapai 54 tower.

Jika seluruh rencana pembangunan tersebut terealisasi, maka total hunian vertikal yang tersedia diperkirakan mencapai sekitar 141.000 unit yang berdiri di atas lahan seluas 30 hektare di kawasan Meikarta.

Pengembangan hunian dalam skala besar ini diharapkan dapat membantu memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah terhadap hunian yang layak, sekaligus mendukung program pembangunan rumah yang tengah dijalankan pemerintah.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index