JAKARTA - Sinar Mas Land terus mengintensifkan upaya menarik investor untuk berinvestasi di Kawasan Ekonomi Khusus Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (KEK ETKI) Banten, yang dikenal sebagai D-HUB SEZ di BSD City.
KEK ETKI Banten berdiri di atas lahan seluas 60 hektare yang akan dikembangkan secara bertahap dalam dua area. Area pertama seluas 29 hektare menjadi fokus pengembangan dalam tiga tahun ke depan, sementara area kedua 31 hektare menyusul setelahnya.
Kawasan ini secara resmi dideklarasikan sebagai KEK oleh pemerintah pada 7 Oktober 2024. Pengembangan D-HUB SEZ di BSD City menekankan empat sektor strategis: pendidikan, teknologi, industri kreatif, dan kesehatan.
Lindawaty Chandra, Kepala Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK ETKI Banten, menegaskan bahwa kombinasi sektor ini diharapkan menciptakan ekosistem inovasi yang saling terintegrasi, mulai dari riset dan pengembangan teknologi hingga layanan kesehatan berstandar internasional.
Persiapan Fasilitas dan Tenant
Area pertama yang berada di belakang The Breeze akan memiliki pintu gerbang rampung pada April 2026. BUPP KEK ETKI Banten saat ini tengah menjajaki sejumlah tenant, termasuk rumah sakit, yang diharapkan diumumkan tahun ini.
Lindawaty menjelaskan, kawasan sekitar BSD memiliki potensi pasar besar dengan radius 10 kilometer dihuni sekitar 2,2 juta orang, yang diproyeksikan meningkat menjadi 4,5 juta jiwa dalam 30 tahun mendatang.
KEK ETKI Banten tidak hanya bertujuan menarik investasi, tetapi juga membangun sumber daya manusia unggul serta ekosistem yang berkelanjutan.
Kehadiran kawasan ini juga diharapkan memperkuat ekosistem mega township BSD City dan mendorong pertumbuhan sektor properti karena aktivitas ekonomi riil yang berlangsung di kawasan tersebut.
Lokasi KEK ETKI Banten sangat strategis, terhubung dengan moda transportasi publik seperti KRL, busway, bus umum, dan shuttle BSD, serta akses mudah melalui jalan tol.
Fleksibilitas investasi ditawarkan untuk mendorong pertumbuhan D-HUB SEZ, termasuk opsi sewa dan kepemilikan gedung komersial, laboratorium, serta fasilitas medis modern.
Progres Pembangunan Infrastruktur
Saat ini, pembangunan Biomedical Campus telah rampung, menggabungkan ruang kantor premium di Knowledge Tower dan fasilitas medis di Science Tower. Bangunan ini mendukung operasional industri dengan area sewa mulai dari 150 meter persegi.
Selain itu, Medical Suites tengah dibangun dengan standar medis kelas lanjut, mencakup kepatuhan Bio Safety Level 2 (BSL-2), kapasitas beban tinggi untuk peralatan berat, dan tinggi langit-langit optimal untuk fasilitas medis modern.
Struktur Menara 1 dan 2 Medical Suites diperkirakan selesai pada kuartal I 2026, dengan serah terima kepada tenant dijadwalkan September mendatang. Sementara itu, area komersial Powell sedang dalam tahap penyelesaian fasad dan ditargetkan serah terima April 2026. Kawasan ini dirancang untuk inovator yang mencari peluang kepemilikan eksklusif di ekosistem yang berkembang pesat.
Tenant yang telah resmi masuk di D-HUB SEZ antara lain Increased, Alpha IVF, Monash University, BINUS University, StemCord, FS Regenera, Fuji Academy, ATOP Plastic Surgery, Seoul Jakarta Plastic Surgery Clinic, Kaiser Clinic, hingga One Smart Services. Kehadiran tenant ternama ini memperkuat posisi KEK ETKI Banten sebagai pusat inovasi dan layanan kesehatan berstandar internasional.
Insentif dan Regulasi Investasi
Sebagai KEK, ETKI Banten menawarkan berbagai fasilitas fiskal dan nonfiskal untuk menarik investor. Insentif fiskal mengacu pada Peraturan Pemerintah No. 40 Tahun 2021 dan Peraturan Menteri Keuangan No. 237 Tahun 2020.
Sementara itu, fasilitas nonfiskal diatur melalui regulasi Kementerian Kesehatan, termasuk Permenkes No. 1 Tahun 2023 dan Permenkes No. 18 Tahun 2023.
Lindawaty menekankan bahwa regulasi ini mempermudah investor untuk melakukan bisnis di KEK ETKI, sekaligus memperkuat ekosistem industri berbasis pengetahuan.
Dengan fasilitas dan insentif yang lengkap, KEK ETKI diharapkan menjadi magnet investasi nasional maupun internasional, sekaligus pusat inovasi yang mendorong ekonomi berkelanjutan di Banten.
Proyeksi Pertumbuhan dan Dampak Ekonomi
Dengan pengembangan tahap pertama yang berfokus pada 29 hektare, KEK ETKI Banten diproyeksikan mampu menciptakan dampak ekonomi signifikan, mulai dari penciptaan lapangan kerja, penyerapan tenaga ahli, hingga peningkatan nilai properti di BSD City.
Integrasi sektor pendidikan, teknologi, industri kreatif, dan kesehatan diharapkan membentuk ekosistem berkelanjutan yang mendukung transformasi Indonesia menuju ekonomi berbasis pengetahuan.
Keunggulan lokasi, fasilitas modern, dan insentif lengkap di KEK ETKI Banten memberikan peluang besar bagi investor yang ingin masuk ke pasar yang sedang tumbuh.
Dengan visi jangka panjang, kawasan ini tidak hanya akan menjadi pusat inovasi, tetapi juga contoh pengembangan kawasan ekonomi khusus yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berdaya saing global.