Buyback Saham ADRO Dimulai April 2026 Dengan Nilai Maksimum Triliunan

Kamis, 12 Maret 2026 | 14:55:12 WIB
Buyback Saham ADRO Dimulai April 2026 Dengan Nilai Maksimum Triliunan

JAKARTA - PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) berencana melakukan pembelian kembali atau buyback saham perseroan dengan nilai maksimum mencapai Rp4 triliun. 

Rencana ini akan diajukan untuk mendapatkan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan pada 17 April 2026.

Menurut Corporate Secretary ADRO, Maharani Cindy Opssedha, langkah buyback ini disampaikan sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada publik sekaligus memenuhi ketentuan peraturan pasar modal. 

“Perseroan berencana melakukan pembelian kembali saham dengan jumlah sebanyak-banyaknya Rp4.000.000.000.000,” ungkapnya.

Mekanisme Buyback dan Dasar Regulasi

Pelaksanaan buyback saham akan dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) secara bertahap dalam jangka waktu maksimal 12 bulan setelah persetujuan pemegang saham diperoleh. 

Buyback juga akan mengikuti ketentuan POJK No. 29/2023 serta Pasal 37 ayat (1) Undang-Undang Perseroan Terbatas, yang menyatakan bahwa nilai nominal saham yang dibeli kembali tidak boleh melebihi 10% dari total modal ditempatkan.

Selain itu, ketentuan tersebut juga memastikan bahwa aksi buyback tidak akan membuat kekayaan bersih perseroan menjadi lebih kecil dari modal ditempatkan ditambah cadangan wajib. Perusahaan memperkirakan pelaksanaan buyback dapat dimulai pada 20 April 2026, apabila agenda tersebut disetujui dalam RUPST.

Manajemen ADRO menilai buyback saham akan memberikan fleksibilitas bagi perusahaan untuk memanfaatkan kondisi pasar selama periode pelaksanaan. Selain itu, aksi ini diharapkan dapat meningkatkan likuiditas perdagangan saham, sehingga harga saham mencerminkan nilai fundamental perseroan secara lebih akurat.

Tujuan dan Dampak Buyback bagi Pemegang Saham

Menurut Maharani, pelaksanaan buyback bertujuan untuk memberikan tingkat pengembalian yang baik bagi pemegang saham serta meningkatkan kepercayaan investor.

“Dengan dilaksanakannya pembelian kembali saham, harga saham perseroan diharapkan dapat mencerminkan kondisi fundamental yang sebenarnya,” katanya.

Perseroan menegaskan bahwa buyback tidak akan berdampak negatif pada kinerja atau pendapatan perusahaan. Hal ini karena saldo laba dan arus kas perseroan dinilai cukup untuk mendanai aksi korporasi tersebut. 

Dana untuk buyback akan sepenuhnya bersumber dari kas internal perseroan, dan jika seluruh dana Rp4 triliun digunakan, total aset dan ekuitas perusahaan berpotensi berkurang sebesar nilai yang sama.

Pembelian kembali saham akan dilakukan di pasar reguler BEI dengan harga penawaran yang lebih rendah atau sama dengan harga transaksi sebelumnya, sesuai ketentuan yang berlaku.

Riwayat Buyback Saham ADRO

Sebelumnya, ADRO telah melaksanakan buyback saham dalam kondisi pasar yang berfluktuasi. Pada periode 16 Mei hingga 2 Juni 2025, perseroan membeli 33 juta saham, setara 0,11% dari total modal disetor. 

Setelah memperoleh persetujuan pemegang saham pada 2 Juni 2025, program buyback dilanjutkan selama 12 bulan sejak 3 Juni 2025.

Hingga 28 Februari 2026, perseroan telah membeli kembali 556,19 juta saham, setara dengan 1,89% dari total modal ditempatkan dan disetor. Total saham hasil buyback yang tercatat hingga saat itu mencapai 589,19 juta saham atau sekitar 2,005% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor perseroan.

Sejarah buyback ini menunjukkan konsistensi ADRO dalam menggunakan strategi ini untuk mendukung likuiditas pasar dan stabilitas harga saham.

Prospek dan Harapan Manajemen

Manajemen menilai bahwa buyback saham memberikan peluang strategis bagi perusahaan untuk memanfaatkan kondisi pasar yang fluktuatif. Dengan fleksibilitas pelaksanaan selama 12 bulan, perusahaan dapat menyesuaikan pembelian saham dengan dinamika harga di BEI.

Lebih dari itu, aksi buyback dipandang sebagai sarana untuk meningkatkan kepercayaan investor dan mencerminkan nilai fundamental ADRO secara lebih akurat.

Maharani menekankan bahwa langkah ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi pemegang saham, tanpa mengganggu kesehatan finansial perseroan.

Dengan memanfaatkan kas internal, ADRO dapat melaksanakan aksi korporasi ini tanpa perlu menambah utang atau membebani struktur modal, sehingga buyback menjadi alat strategis yang aman dan efektif.

Rencana buyback saham ADRO senilai Rp4 triliun yang akan dimulai pada April 2026 menunjukkan strategi perusahaan untuk menjaga likuiditas, stabilitas harga saham, dan kepercayaan investor. Buyback ini dilakukan secara bertahap melalui BEI, mengikuti regulasi pasar modal dan Undang-Undang Perseroan Terbatas.

Pelaksanaan aksi ini tidak hanya memberikan keuntungan bagi pemegang saham, tetapi juga menjaga kesehatan finansial perusahaan. 

Dengan fleksibilitas pelaksanaan dan sumber dana dari kas internal, ADRO memanfaatkan peluang pasar secara optimal, serta memastikan bahwa nilai fundamental perusahaan tercermin dalam harga saham. 

Riwayat buyback sebelumnya menunjukkan konsistensi perusahaan dalam strategi ini, yang diharapkan terus berlanjut untuk meningkatkan likuiditas dan daya tarik saham ADRO di pasar modal Indonesia.

Terkini