JAKARTA - Menjelang mudik Lebaran 2026, PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry menegaskan kesiapan Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, sebagai pintu utama transportasi darat antara Pulau Jawa dan Sumatra.
Hingga saat ini, kesiapan operasional pelabuhan utama tersebut telah mencapai sekitar 90 persen, mencakup armada kapal, fasilitas pelabuhan, dan tenaga operasional.
Partogi Tamba, General Manager PT ASDP Cabang Utama Bakauheni, menyatakan, “Kesiapan kami pada arus mudik nanti sudah capai 90 persen baik dari sisi armada, pelabuhan, maupun personel operasional.”
Pernyataan ini menunjukkan keseriusan ASDP dalam memastikan kelancaran perjalanan pemudik, khususnya pada jalur Merak–Bakauheni, yang dikenal sebagai lintasan tersibuk.
Armada Kapal dan Ramp Check Siap Mendukung Mudik
Untuk menghadapi lonjakan pemudik, ASDP menyiapkan 57 kapal yang akan beroperasi di lintasan utama Merak–Bakauheni. Seluruh kapal telah melalui proses ramp check untuk memastikan kelayakan operasional selama periode angkutan Lebaran.
“Jadi nanti pemudik bakal dilayani 57 kapal dan semuanya sudah dilakukan ramp check untuk mendukung kelancaran arus mudik,” ujar Partogi.
Dengan kesiapan armada ini, diharapkan penumpang dan kendaraan dapat menyeberang dengan aman, cepat, dan nyaman selama puncak mudik.
Lintasan Merak–Bakauheni menjadi perhatian utama karena merupakan jalur strategis penghubung transportasi darat antar pulau.
Kepadatan kendaraan pada musim mudik menuntut armada dan fasilitas pelabuhan yang memadai untuk mencegah kemacetan dan keterlambatan.
Fasilitas Pelabuhan Tambahan Antisipasi Lonjakan Pemudik
Selain armada kapal, ASDP memperkuat fasilitas pelabuhan dengan menyiapkan beberapa pelabuhan tambahan. Beberapa pelabuhan yang disiapkan antara lain: Pelabuhan Wika Beton, Pelabuhan Bandar Bakau Jaya Bojanegara (BBJ), dan Pelabuhan Sumur Makmur Abadi (SMA).
Langkah ini bertujuan untuk mengantisipasi lonjakan jumlah kendaraan dan penumpang. Dengan adanya pelabuhan tambahan, proses bongkar muat kendaraan bisa lebih cepat dan teratur, mengurangi antrean di pelabuhan utama.
Selain itu, ASDP juga menyiagakan tujuh dermaga di lintasan Merak–Bakauheni. Rinciannya, 2 dermaga eksekutif dan 5 dermaga reguler, yang diharapkan mampu mempercepat proses penyeberangan sekaligus meningkatkan kapasitas layanan bagi pemudik.
Personel dan Kebijakan Operasional Siap Mendukung Mudik
Demi kelancaran operasional, ASDP menyiagakan sekitar 780 personel yang akan bertugas mulai 13 Maret hingga 31 Maret 2026.
Petugas ini akan memastikan semua kapal, dermaga, dan fasilitas pendukung berfungsi optimal, serta membantu pengaturan antrean dan informasi bagi pemudik.
Selain itu, ASDP juga memperkuat pengaturan operasional dengan penerapan tarif tunggal (single tariff) selama masa angkutan Lebaran. Kebijakan ini diharapkan mempermudah perhitungan biaya penyeberangan sekaligus mengurangi potensi kebingungan bagi pemudik.
Partogi menekankan, kombinasi armada siap pakai, fasilitas tambahan, personel terlatih, dan kebijakan tarif tunggal akan menjadi kunci keberhasilan operasional Pelabuhan Bakauheni selama musim mudik.
Harapan ASDP dan Dampak Bagi Pemudik
Dengan persiapan ini, ASDP menargetkan arus mudik Lebaran 2026 berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi semua penumpang.
Keberadaan dermaga tambahan, fasilitas pelabuhan pendukung, serta jumlah armada yang memadai diharapkan meminimalkan antrean panjang dan mempercepat proses penyeberangan.
Partogi menambahkan, koordinasi dengan pihak berwenang di pelabuhan, termasuk kepolisian dan Dinas Perhubungan, akan terus dilakukan untuk memastikan keamanan, kenyamanan, dan efisiensi operasional selama periode mudik.
“Kami optimistis persiapan ini akan memberikan pengalaman mudik yang lebih baik bagi masyarakat. Semua personel dan fasilitas siap mendukung arus mudik Lebaran tahun ini,” pungkas Partogi.
Dengan persiapan matang dari ASDP, Pelabuhan Bakauheni siap menjadi pusat penyeberangan andalan, memastikan jutaan pemudik dapat menyeberang dari Pulau Jawa ke Sumatra dengan aman, nyaman, dan efisien.