Pengelola Watsons Indonesia DAYA Bukukan Laba Bersih Rp73,5 Miliar Sepanjang 2025

Senin, 09 Maret 2026 | 11:37:02 WIB
Pengelola Watsons Indonesia DAYA Bukukan Laba Bersih Rp73,5 Miliar Sepanjang 2025

JAKARTA - Kinerja PT Duta Intidaya Tbk. (DAYA), perusahaan pengelola jaringan ritel Watsons Indonesia, menunjukkan pertumbuhan positif sepanjang tahun buku 2025.

Perusahaan berhasil membukukan peningkatan pendapatan serta laba bersih seiring dengan ekspansi bisnis yang terus dilakukan melalui pembukaan gerai baru di berbagai wilayah.

Ekspansi tersebut menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan kinerja keuangan perseroan. Sepanjang tahun 2025, DAYA menambah puluhan gerai baru sehingga memperluas jangkauan bisnis ritel kesehatan dan kecantikan yang dikelolanya.

Berdasarkan laporan keuangan tahun buku 2025 yang telah diaudit, perusahaan mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp2,77 triliun. Angka ini menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan dibandingkan periode sebelumnya.

Peningkatan pendapatan ini juga sejalan dengan strategi pengembangan bisnis yang dilakukan perusahaan sepanjang tahun lalu. Dengan bertambahnya jumlah gerai, kontribusi penjualan dari berbagai segmen turut mengalami peningkatan.

Selain mencatat pertumbuhan pendapatan, perusahaan juga berhasil meningkatkan laba bersih yang diperoleh sepanjang tahun buku tersebut.

Pendapatan DAYA Tumbuh Lebih dari 34 Persen

Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan, DAYA mencatat pendapatan bersih sebesar Rp2,77 triliun sepanjang 2025. Capaian tersebut meningkat 34,3 persen secara year on year dibandingkan pendapatan tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp2,06 triliun.

Kenaikan pendapatan ini terjadi di seluruh segmen bisnis yang dimiliki perusahaan. Pendapatan dari segmen penjualan langsung mengalami pertumbuhan sebesar 36,8 persen secara tahunan hingga mencapai Rp1,69 triliun.

Sementara itu, segmen penjualan konsinyasi juga menunjukkan peningkatan kinerja yang cukup kuat. Pendapatan dari segmen ini tercatat naik 30,6 persen secara year on year menjadi Rp1,07 triliun.

Seiring dengan peningkatan pendapatan tersebut, beban pokok pendapatan perusahaan juga mengalami kenaikan. DAYA mencatat beban pokok pendapatan sebesar Rp1,84 triliun atau meningkat 33,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dengan mempertimbangkan komponen tersebut, laba bruto yang berhasil dibukukan perusahaan mencapai Rp931,65 miliar. Angka ini meningkat 36,04 persen secara tahunan dibandingkan periode sebelumnya.

Beban Usaha dan Perhitungan Laba Tahun Berjalan

Dalam menjalankan operasional bisnisnya, DAYA juga mencatat sejumlah beban usaha yang perlu ditanggung sepanjang tahun 2025. Total beban usaha perusahaan tercatat sebesar Rp795,76 miliar.

Beban tersebut terdiri dari dua komponen utama, yaitu beban penjualan sebesar Rp617,46 miliar serta beban umum dan administrasi sebesar Rp178,30 miliar.

Selain itu, terdapat pula sejumlah komponen keuangan lainnya yang turut memengaruhi perhitungan laba perusahaan. Komponen tersebut meliputi beban lain-lain sebesar Rp1,49 miliar, kerugian selisih kurs Rp746,01 juta, serta biaya keuangan sebesar Rp26,36 miliar.

Di sisi lain, perusahaan juga mencatat penghasilan keuangan sebesar Rp1,87 miliar. Sementara itu, beban pajak penghasilan yang harus dibayarkan tercatat sebesar Rp35,42 miliar.

Dengan memperhitungkan seluruh komponen tersebut, DAYA berhasil membukukan laba tahun berjalan pada 2025 sebesar Rp73,75 miliar. Angka ini meningkat dibandingkan laba tahun berjalan pada 2024 yang tercatat sebesar Rp45,67 miliar.

Di sisi bottom line, DAYA membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih sebesar Rp73,50 miliar sepanjang 2025. Laba bersih ini naik 61,6 persen secara year on year dari Rp45,47 miliar pada periode sebelumnya.

Ekspansi Gerai Dorong Pertumbuhan Aset

Selain kinerja laba dan pendapatan yang meningkat, kondisi neraca keuangan perusahaan juga menunjukkan perkembangan positif. Pada tahun 2025, total aset DAYA tercatat mencapai Rp1,24 triliun.

Nilai tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 27,4 persen secara tahunan. Aset tersebut terdiri dari liabilitas sebesar Rp1,10 triliun yang meningkat 21,3 persen secara year on year serta ekuitas sebesar Rp136,58 miliar yang melonjak 116,5 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Sekretaris PT Duta Intidaya Tbk. Erwantho Siregar menjelaskan bahwa peningkatan aset dan liabilitas tersebut berkaitan dengan bertambahnya jumlah gerai yang dikelola perusahaan.

Jumlah gerai Watsons yang dioperasikan DAYA meningkat dari 179 gerai pada 2024 menjadi 226 gerai pada 2025. Penambahan gerai ini mendorong kebutuhan investasi tambahan dalam berbagai aspek operasional perusahaan.

Untuk mendukung operasional gerai baru tersebut, DAYA mencatatkan persediaan bersih sebesar Rp101 miliar pada tahun buku 2025. Selain itu, terdapat pula aset hak guna bersih sebesar Rp62,2 miliar.

"Aset tetap sebesar Rp40,9 miliar terutama karena penambahan pembelian aset tetap seiring dengan penambahan gerai baru dan peremajaan gerai yang sudah ada (refit). Lalu pajak dibayar di muka sebesar Rp19,6 miliar terutama disebabkan oleh kenaikan pajak pertamban nilai," ujarnya dalam keterbukaan informasi, dikutip Minggu (8/3/2026).

Pertumbuhan Gerai Diiringi Peningkatan Karyawan dan Kewajiban

Ekspansi bisnis yang dilakukan DAYA sepanjang 2025 juga berdampak pada peningkatan sejumlah kewajiban perusahaan. Salah satunya adalah kenaikan utang usaha yang berkaitan dengan pengadaan persediaan barang untuk gerai baru.

Pada tahun buku 2025, perusahaan mencatat utang usaha sebesar Rp94,2 miliar. Nilai ini terutama berasal dari pembelian persediaan barang guna memenuhi kebutuhan operasional di berbagai gerai baru yang dibuka sepanjang tahun.

Selain itu, perusahaan juga melakukan penarikan pinjaman bank jangka pendek dari PT Bank HSBC Indonesia sebesar Rp82 miliar.

DAYA juga mencatat liabilitas imbalan kerja jangka pendek sebesar Rp16,8 miliar. Peningkatan ini terjadi karena bertambahnya jumlah karyawan serta peningkatan biaya gaji dan kompensasi lainnya.

Jumlah karyawan yang bekerja di perusahaan juga meningkat seiring ekspansi gerai. Hingga 31 Desember 2025, DAYA mempekerjakan 1.738 orang karyawan, meningkat dari 1.445 orang pada 31 Desember 2024.

Sementara itu, di lantai bursa saham, pergerakan saham DAYA menunjukkan tekanan pada akhir pekan lalu. Saham DAYA ditutup melemah 4,02 persen ke level Rp955 pada penutupan perdagangan Jumat, 6 Maret 2026.

Harga tersebut mencerminkan koreksi sebesar 26,54 persen sejak awal tahun atau secara year to date.

Terkini