Jadwal Perkiraan Lebaran 2026 Versi Pemerintah Muhammadiyah dan NU

Senin, 09 Maret 2026 | 10:32:20 WIB
Jadwal Perkiraan Lebaran 2026 Versi Pemerintah Muhammadiyah dan NU

JAKARTA - Memasuki pertengahan bulan Ramadhan 1447 Hijriah, suasana menyambut Hari Raya Idul Fitri mulai terasa semakin dekat. 

Di berbagai daerah, masyarakat sudah mulai mempersiapkan banyak hal, mulai dari rencana mudik, membeli kebutuhan Lebaran, hingga menyiapkan berbagai hidangan khas untuk keluarga.

Ramadhan sendiri selalu menjadi momen yang penuh makna bagi umat Islam. Selama satu bulan penuh, umat Muslim menjalankan ibadah puasa, memperbanyak amal, serta mendekatkan diri kepada Allah. Setelah menjalani proses spiritual tersebut, Idul Fitri menjadi puncak perayaan yang ditunggu-tunggu sebagai hari kemenangan.

Lebaran tidak hanya identik dengan berakhirnya ibadah puasa. Lebih dari itu, hari raya ini juga menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan keluarga, menjalin silaturahmi, serta saling memaafkan satu sama lain.

Tidak heran jika mendekati akhir Ramadhan, banyak orang mulai penasaran dan bertanya mengenai waktu pasti datangnya hari raya tersebut.

Salah satu pertanyaan yang sering muncul mendekati idul fitri adalah: “Lebaran Idul Fitri 2026 berapa hari lagi?”

Pertanyaan tersebut muncul karena penentuan awal bulan Syawal di Indonesia biasanya melibatkan beberapa metode yang berbeda. Beberapa organisasi Islam menggunakan pendekatan perhitungan astronomi, sementara pemerintah juga mempertimbangkan hasil pengamatan hilal.

Karena perbedaan metode tersebut, tanggal Idul Fitri terkadang memiliki kemungkinan yang berbeda antara satu pihak dengan pihak lainnya.

Untuk mengetahui gambaran yang lebih jelas, berikut ini perkiraan waktu Lebaran Idul Fitri 2026 menurut Muhammadiyah, pemerintah, dan perkembangan Ramadhan saat ini.

Muhammadiyah Tetapkan Lebaran 20 Maret 2026

Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan bahwa Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 akan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Penetapan ini dilakukan berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal, yaitu metode yang menggunakan perhitungan astronomis untuk menentukan awal bulan Hijriah.

Metode Hisab Muhammadiyah

Metode hisab yang digunakan oleh Muhammadiyah berbeda dengan metode yang dipakai oleh pemerintah dan beberapa organisasi Islam lainnya.

Dengan menggunakan kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), Muhammadiyah memastikan bahwa seluruh dunia mengikuti tanggal yang sama untuk setiap peristiwa dalam kalender Hijriah, termasuk Lebaran.

Pendekatan ini mengandalkan perhitungan ilmiah yang telah disusun secara sistematis sehingga tanggal-tanggal penting dalam kalender Islam dapat diketahui jauh hari sebelumnya.

Jarak Waktu Menuju Lebaran

Berdasarkan penetapan ini, jika dihitung mulai dari Senin, 9 Maret 2026, maka Lebaran 2026 masih 11 hari lagi menurut perhitungan Muhammadiyah.

Perhitungan tersebut membuat umat Islam yang mengikuti keputusan Muhammadiyah dapat mempersiapkan berbagai kebutuhan Lebaran dengan lebih terencana.

Pemerintah Menunggu Sidang Isbat

Berbeda dengan Muhammadiyah, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama masih menunggu hasil sidang isbat untuk menentukan awal 1 Syawal 1447 Hijriah.

Sidang isbat ini dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 19 Maret 2026, yang bertepatan dengan 29 Ramadhan 1447 Hijriah.

Peran Sidang Isbat dalam Penetapan Lebaran

Sidang isbat akan menentukan tanggal 1 Syawal berdasarkan hasil perhitungan hisab dan pengamatan hilal atau rukyat.

Dalam sidang ini, berbagai pihak akan terlibat untuk memastikan keakuratan penentuan awal bulan. Beberapa lembaga yang biasanya ikut serta antara lain:

BMKG

BRIN

Para pakar astronomi

Perwakilan organisasi Islam

Pengamatan hilal dilakukan di berbagai titik di Indonesia untuk memastikan apakah bulan sabit awal Syawal sudah terlihat atau belum.

Jika hilal terlihat, maka keesokan harinya langsung ditetapkan sebagai tanggal 1 Syawal. Namun jika belum terlihat, maka bulan Ramadhan akan disempurnakan menjadi 30 hari.

Perkiraan Tanggal Lebaran oleh Pemerintah

Berdasarkan perhitungan pemerintah, Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah diperkirakan akan jatuh pada 21–22 Maret 2026.

Jika perkiraan ini akurat, maka Lebaran masih sekitar 12 hingga 13 hari lagi dari Senin, 9 Maret 2026.

Keputusan final tetap akan diumumkan setelah sidang isbat selesai dilaksanakan oleh Kementerian Agama.

Cek Hari ke Berapa Ramadhan Sekarang?

Saat ini, bulan Ramadhan telah memasuki paruh kedua. Banyak umat Islam mulai menyadari bahwa waktu menuju akhir Ramadhan semakin dekat.

Berdasarkan penetapan Muhammadiyah yang memulai puasa pada 18 Februari 2026, maka Senin, 9 Maret 2026 adalah hari ke-19 Ramadhan.

Sementara itu, menurut keputusan pemerintah yang memulai puasa pada 19 Februari 2026, maka hari ini adalah hari ke-18 Ramadhan.

Perbedaan satu hari ini terjadi karena metode penentuan awal Ramadhan yang berbeda antara Muhammadiyah dan pemerintah.

Namun perbedaan tersebut merupakan hal yang sudah biasa terjadi dalam penentuan kalender Hijriah di Indonesia.

Perkiraan Waktu Lebaran dari Tanggal Hari Ini

Dengan melihat kalender Ramadhan dan perhitungan dari berbagai pihak, kita dapat mengatakan bahwa Lebaran 2026 kurang dari dua minggu lagi.

Bagi umat Islam yang merayakan, ini adalah waktu yang sangat dinanti-nanti.

Dalam sisa hari Ramadhan ini, banyak orang mulai mempersiapkan berbagai kebutuhan menjelang hari raya. Mulai dari membersihkan rumah, membeli bahan makanan, hingga merencanakan perjalanan mudik ke kampung halaman.

Di sisi lain, momen menjelang akhir Ramadhan juga sering dimanfaatkan untuk meningkatkan ibadah, seperti memperbanyak sedekah, membaca Al-Qur’an, dan menjalankan ibadah malam.

Semua persiapan tersebut menjadi bagian dari tradisi menyambut Idul Fitri yang telah berlangsung sejak lama di berbagai daerah di Indonesia.

Dengan hitungan waktu yang semakin dekat, masyarakat pun mulai menantikan pengumuman resmi mengenai kapan tepatnya Hari Raya Idul Fitri 2026 akan dirayakan secara nasional.

Terkini